• Blog Stats

    • 133,255 hits
  • Masukkan email anda dan dapatkan informasi tentang lowongan kerja di Bali setiap harinya.
    Ayo...buruan gabung!!

    Join 480 other followers

Pura Ulun Danu Beratan, Sumber Kesuburan Bali

Tabanan – PURA Penataran Ulun Danu Beratan secara administratif terletak di Desa Candikuning Kecamatan Baturiti, Tabanan. Pura ini sangat terkenal karena berada di wilayah objek wisata Bedugul.

Pura ini berdiri megah di dalam kaldera Gunung Beratan Purba dengan dikelilingi panorama Gunung Pangelengan, Bukit Puwun, Bukit Tapak, dan bukit-bukit kecil lainnya. Lingkungan sekitar Pura Penataran Ulun Danu Beratan sangat asri, dengan latar belakang pegunungan dan Danau Beratan, serta taman-taman bunga yang tertata rapi dan sedap dipandang mata. Rata-rata suhu maksimum di kawasan ini 22,4 derajat Celsius dan minimum 15,4 derajat Celsius, membuat kawasan Pura ini betul-betul berhawa sejuk.

Piodalan di Pura ini jatuh setiap enam bulan sekali, tepatnya pada Selasa Kliwon Wuku Julungwangi atau dikenal dengan sebutan Anggarakasih Julungwangi. Kali ini di Pura bersangkutan akan digelar Karya Tawur Panca Bali Krama, Piodalan Pedudusan Agung, Danu Kertih dan Giri Kertih serta Karya Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini yang puncaknya jatuh pada Selasa (21/6) mendatang.

Berdasarkan data yang dikutip dari tulisan salah seorang prajuru setempat Made Ariasta, S.Ag., Pura Penataran Ulun Danu Beratan di-empon oleh empat Pesatakan yaitu Pesatakan Bangah, Baturiti, Antapan, dan Candikuning. Secara umum Pura ini dibagi menjadi beberapa kompleks penataran yaitu Pura Penataran Agung, Pura Telengin Segara, Pura Lingga Petak dan Pura Dalem Purwa. Sebagian areal Pura berada di tepi danau yaitu kompleks Pura Penataran Agung dan Pura Dalem Purwa, sedangkan yang terletak di dalam danau, disangga daratan kecil yaitu Pura Telenging Segara yang terdapat meru tumpang 11 dan Pelinggih Lingga Petak terdapat meru tumpang 3.

Di jeroan Pura Penataran Agung terdapat beberapa pelinggih yaitu meru tumpang pitu, berbusana serba merah difungsikan sebagai stana Dewa Brahma dan difungsikan pula sebagai pesimpangan Pura Pucak Teratai Bang yang berlokasi di dalam Kebun Raya Eka Karya Bali.

Di Pura Penataran Agung ini juga terdapat Padma Lingga yang difungsikan sebagai pesimpangan Pura Puncak Sangkur. Di sebelah barat meru tumpang pitu terdapat sebuah palinggih Padma Tiga yang merupakan stana Hyang Tri Purusa-Siwa, Sada Siwa dan Parama Siwa. Inilah yang menjadi pelinggih pokok di Penataran Agung.

Di sisi barat laut dari pelebahan ini terdapat jajaran berapa palinggih yaitu Taksu, Gedong Sari, Gedong Catu Mujung, Catu Meres, Gedong Simpen, palinggih Manjangan Saluang sebagai palinggih Maspait atau Mpu Kuturan yang juga sering disebut sebagai palinggih Ratu Pasek dan Meru Tumpang Telu sebagai stana Ratu Pande. Di sebelah selatan dari jajaran pelinggih tersebut terdapat sebuah gedong kereb yang disebut pula palinggih Bala Tama dan di sudut tenggaranya terdapat sebuah pelinggih Bale Kawas (Ulun Bale Agung) yang juga difungsikan sebagai penghayatan ke Pura Pucak Kayu Sugih.

Di palebahan Pura Tengahing atau Telenging Segara terdapat Meru Tumpang Solas sebagai stana Dewa Wisnu dan difungsikan pula sebagai pesimpangan Bhatara di Puncak Mangu (Gunung Pangelengan) serta difungsikan sebagai palinggih Ida Bhatara Dewi Danu. Palebahan Pura ini dikelilingi air danau.

Di palebahan Palinggih Lingga Lingga Petak/Ulun Danu terdapat sebuah palinggih Meru Tumpang Telu yang di dalamnya terdapat sebuah sumur kramat yang menyimpan tirtha ulun danu. Di dalam sumur itu juga tertancap sebuah lingga besar berwarna putih dan diapit dua buah batu berwarna hitam dan merah. Tradisi yang diterima oleh masyarakat Hindu dan krama subak, palinggih ini difungsikan sebagai Ulun Danu dari Danau Beratan dalam konteks memohon kesuburan dan kemakmuran dan sebagai palinggih Bhatara Siwa dengan kekuatan Cadu Sakti-nya yang disimbolkan dari pemedalan yang menghadap ke empat penjuru mata angin. Paleban pura ini juga dikelilingi air danau.

Di palebahan Pura Dalem Purwa terdapat tiga buah bangunan yang semuanya menghadap ke timur. Palinggih pokoknya berupa Gedong Dalem yang difungsikan sebagai stana Bhatari Durga dan Dewa Ludra atau Dewi Uma Bhagawati. Gedong ini diapit oleh Bale Murda Manik yang difungsikan sebagai pemaruman dan di kanannya terdapat bale panjang yang difungsikan untuk meletakkan upakara saat piodalan.

Keberadaan Pura ini juga tidak terlepas dari konsep nyegara-gunung yakni pertemuan langsung dari Danau Beratan dengan Gunung Pangelengan. Pun, memiliki konsep lingga-yoni yaitu Danau Beratan dan Pura Ulun Danu Beratan sebagai Yoni dan Gunung Pangelengan (Pucak Mangu) sebagai Lingga Acala yang merupakan simbol dari sumber kemakmuran di bumi.

Berdasarkan beberapa sumber, Pura Penatana Ulun Danu Beratan diperkirakan didirikan pada zaman Bali Kuno yaitu dibangun oleh Mpu Kuturan dan dilanjutkan oleh beberapa tokoh yang sangat mempengaruhi perkembangan Pura ini. Namun sebelum Mpu Kuturan membangun Pura tersebut telah terdapat bukti-bukti peninggalan zaman megalitik, berupa batu-batu pipih yang lebar dan didirikan dengan tegak. Dalam Babad Pasek disebutkan guna menjaga ketenteraman masyarakat Bali, Mpu Kuturan membuat dan menyempurnakan kahyangan jagat yang berjumlah delapan buah yaitu Pura Besakih, Lempuyang, Andakasa, Goa Lawah, Batukaru, Beratan, Batur dan Uluwatu (Soebandi, 2003:40). Di Pura Ulun Danu Beratan terdapat peninggalan arkeologi seperti lingga yang disimpan di pelinggih padma tiga rong tengah. Di samping itu terdapat sumur kuno di pelinggih Lingga Petak atau Ulun Danu.

Secara umum, Pura ini sebagai tempat untuk memuja Ida Sang Hyang Widhi Wasa beserta berbagai manifestasi-Nya.Sedangkan, fungsi khususnya sebagai tempat melakukan upacara melasti, pakelem, nunas tirtha pamuput, ngaturan suinih, mapag toya. Hubungan subak dengan Pura Beratan sangatlah erat, mengingat pura ini merupakan pusat atau sumber air. Pura ini juga dijadikan tempat meajar-ajar terkait upacara Dewa Yadnya dan Pitra Yadnya. (Beritabali.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: