• Blog Stats

    • 138,987 hits
  • Masukkan email anda dan dapatkan informasi tentang lowongan kerja di Bali setiap harinya.
    Ayo...buruan gabung!!

    Join 481 other followers

Pesawat Merpati Jatuh di Laut Kaimana

Papua – Pesawat Merpati jurusan Sorong-Kaimana, pukul 15.15 WIT Sabtu (7/5) kemarin, jatuh di perairan Teluk Kaimana, Papua Barat. Dari 27 penumpangnya, baru 16 korban berhasil dievakuasi. Sisanya diduga masih tertimbun oleh serpihan pesawat.

Pesawat jatuh hanya 500 meter dari landasan lapangan udara Kaimana. Pesawat baling-baling tipe MA 60 itu membawa 27 orang yang terdiri dari 21 penumpang termasuk 2 bayi dan 6 orang awak pesawat. Hingga sore ini, baru 15 jenazah yang sudah dievakuasi dari lokasi jatuhnya pesawat. Termasuk Kabag Ops. Polres Kaimana AKP Teddy Effendy, istrinya dan seorang anaknya.

Tim SAR dibantu masyarakat dan TNI-AL yang melakukan evakuasi pesawat Merpati di perairan Kaimana, Papua Barat, hingga Sabtu malam baru berhasil menemukan 16 jenazah korban. Sedangkan korban yang masih dalam pencarian, diperkirakan tertimbun pecahan badan pesawat di dasar laut.

“Informasi di lapangan, masih dilakukan evakuasi serpihan badan pesawat. Diperkirakan, ada korban yang belum ditemukan karena berada di bawah serpihan pesawat,” ujar Kepala Sub Seksi Operasi Kantor SAR Sorong, Arifin, Sabtu (7/5) kemarin.

Arifin menuturkan, proses evakuasi dengan dibantu perahu-perahu nelayan dan penyelam TNI-AL tersebut berhasil menemukan sejumlah serpihan pesawat. Serpihan yang ditemukan di kedalaman air laut sekitar 6-7 meter itu, kemudian dibawa ke Kaimana dengan menggunakan KRI Piton yang ada di lokasi.

Menurut Arifin, lokasi jatuhnya pesawat berada tidak jauh dari daratan, sehingga serpihan pesawat diperkirakan tidak berada di kedalaman laut lebih dari tujuh meter. Oleh karena itu, pencarian dengan menggunakan alat selam dinilai lebih efisien dibanding menggunakan helikopter.

“Lokasi jatuhnya pesawat dekat dengan daratan, jadi terlihat. Terlebih kondisi air laut jernih. Pencarian dilakukan sampai radius 50 meter dari lokasi jatuhnya pesawat,” jelas Arifin. Makanya, ia mengatakan penggunakan perahu kecil lebih efisien dibanding menggunakan helikopter, karena kondisi korban diduga berada di dalam laut, di bawah serpihan pesawat.

Pencarian korban jatuhnya pesawat Merpati jenis MA 60 Sabtu malam dihentikan sementara. Penghentian ini mengingat kondisi cuaca di Teluk Kaimana, Papua Barat, sedang tidak baik ditambah arus yang semakin deras. “Ombaknya sudah tinggi. Pesawatnya sudah mulai bergeser ke tengah 500 meter,” ujar Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Wachyono.

Wachyono mengatakan pencarian korban akan dilanjutkan Minggu (8/5) pagi. Sepanjang malam ini, kapal-kapal yang ada di sekitar peraian Kaimana tetap memantau posisi pesawat dan kondisi cuaca di Kaimana. (Balipost)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: