• Blog Stats

    • 133,309 hits
  • Masukkan email anda dan dapatkan informasi tentang lowongan kerja di Bali setiap harinya.
    Ayo...buruan gabung!!

    Join 480 other followers

Temuan BPK Terkait Proyek LED TV

Gubernur Mangku Pastika mengaku pusing dengan temuan BPK terkait LED TV. Proyek ini dinilai BPK kemahalan Rp 4,6 miliar. Selain temuan BKP, eksekutif juga dipusingkan dengan penolakan oleh DPRD Bali. Wakil rakyat yang berkantor di Renon itu juga tetap saja menyoroti sistem ini kemahalan. Karenanya dalam RAPBD 2011 usulan tambahan LED TV yang diajukan eksekutif kembali dicoret Dewan dan diharapkan lebih fokus pada pembinaan SDM.

Proyek LED sejak awal sudah dimasalahkan. Pertama, ketika dimulai pembangunannya Pemkab Badung mengancam membongkar paksa proyek tersebut karena tak dilengkapi izin. Bahkan ketika itu Pemkab Badung bersikap tegas dengan mengambil alat tukang yang menangani proyek tersebut. Selain itu proyek tersebut juga dinilai mengambil taman jalan, sehingga mengganggu keindahan taman dan pandangan para pengguna jalan.

Kedua, proyek ini mendapat sorotan karena dinilai menyiarkan iklan tersembungi. Ketiga, proyek ini menjadi temuan BPK karena kemahalan sehingga Pemprov Bali harus mengembalikan Rp 4,6 miliar.

Terhadap masalah pertama ternyata telah selesai sehingga LED TV bisa beroperasi. Temuan kedua terkait memutar iklan terselubung juga telah mendapat klarifikasi bahwa hal tersebut adalah iklan layanan masyarakat.

Namun masalah ketiga terkait dengan temuan BPK yang menilai proyek tersebut kemahalan hingga saat ini belum menemukan titik penyelesaian. Mengapa? Pemprov menyimpulkan bahwa kemahalannya hanya Rp 730 juta dari Rp 4,6 miliar temuan BKP. Menurut Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali I Putu Suardhika, Tim Pembedaharaan Pembayaran Ganti Rugi (TPPGR) Pemprov Bali sudah melakukan kajian terhadap temuan BPK tersebut. Hasilnya, TPPGR menyimpulkan tingkat kemahalan harga pengadaan proyek itu hanya sekitar Rp 730 juta atau tidak sampai Rp 4,6 miliar seperti temuan BPK. Terkait hal itu, Suardhika mengatakan Pemprov Bali telah mengembalikan dana Rp 730 juta tersebut ke kas daerah.

”Temuan BPK itu sudah ditindaklanjuti dengan pengembalian uang ke kas daerah,” kata Suardhika, Minggu (20/3) kemarin.

Menurut Suardhika, hasil kajian TPPGR yang disertai dengan pengembalian uang Rp 730 juta ke kas daerah itu sudah dilaporkan secara resmi ke BPK pusat. Untuk penyikapan lebih lanjut, Pemprov Bali masih menunggu jawaban dari BPK. ”Apakah pengembalian uang Rp 730 juta ke kas daerah itu bisa diterima atau tidak, kami masih menunggu jawaban dari BPK pusat. Tentunya setelah jawaban itu turun, Pemprov Bali akan melakukan penyikapan lebih lanjut,” ujarnya.

Suardhika juga menambahkaan, temuan BPK itu tidak khusus menyangkut proyek pengadaan LED TV di kawasan Simpang-siur. Namun, terintegrasi dengan kegiatan pengadaan web Bali safety portal. Dikatakan, temuan BPK yang menyatakan biaya kegiatan kemahalan Rp 4,6 miliar itu menggunakan harga pembanding dari web house Bali. Setelah pihaknya mencari di internet, ternyata tidak ada web house. Tetapi, yang ada hanya web house of Bali yang kontennya sangat berbeda.

Mengingat konten pembanding itu tidak sama, Pemprov Bali menilai web house of Bali itu tidak pas dijadikan sebagai tolok ukur kegiatan yang dilakukan oleh Pemprov Bali. Ditegaskan, konten web Bali safety portal teknologinya lebih canggih dan kompleks, di mana di dalamnya terdapat sistem peringatan dini tsunami, keamanan, bencana alam termasuk permasalahan sosial di seluruh Bali. ”Inilah yang kami jadikan dasar untuk memberikan informasi atau penjelasan kepada BPK. Pasalnya, TPPGR berkesimpulan bahwa web house of Bali tidak bisa dibandingkan dengan web Bali safety portal. Saat ini kami masih menunggu jawaban dari BPK pusat,” tegas Suardhika. Ia menambahkan, dana pengadaan sistem keamanan Bali itu sekitar Rp 16 miliar termasuk mencakup pemasangan CCTV. (Bali Post)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: