• Blog Stats

    • 133,255 hits
  • Masukkan email anda dan dapatkan informasi tentang lowongan kerja di Bali setiap harinya.
    Ayo...buruan gabung!!

    Join 480 other followers

Kabupaten Buleleng

bulelengGAMBARAN UMUM KABUPATEN BULELENG

Wilayah Bali utara hampir seluruhnya ditetapkan bernaung di bawah pemerintahan Kabupaten Buleleng. Dengan begitu, Buleleng adalah kabupaten yang terluas wilayahnya di antara kabupaten lain di Bali. Batas pegunungan yang membujur timur-barat sepanjang pertengahan Bali termasuk ke dalam wilayah Buleleng. Karenanya, Buleleng adalah wilayah yang lengkap memiliki gunung, daratan, dan laut utara Pulau Bali. Kendati memiliki wilayah yang terluas di Bali, sebagian wilayah Buleleng adalah daerah kering terutama di daerah pegunungan Buleleng barat dan Buleleng Timur.
Kondisi alam yang dimiliki Buleleng membuat Buleleng tak bisa mengandalkan pertanian tanah basah. Namun keadaan ini justru membawa Buleleng sebagai daerah perkebunan penghasil buah-buahan seperti jeruk, cengkeh, dan kopi di daerah pegunungan, sedangkan sepanjang daerah pesisir adalah penghasil buah anggur dan tembakau.

Sebagaimana dengan daerah-daerah Bali selatan, Buleleng pun menyimpan peran masa lalu saat masa perkembangan ekspedisi Palapa Wira Gajah Mada merangkul Bali. Desa-desa kuna Sembiran, Julah, dan desa lain di sekitarnya membuktikan bahwa wilayah Bali utara tak luput mewarnai perjalanan sejarah Bali. Kekuasaan Ki Gusti Panji Sakti bahkan sempat merambah daerah Jawa Timur. Berbagai pura di sepanjang Bali utara, mulai dari Pura Payogan Prapat agung, Pura Pulaki, Pura Ponjok Batu, hingga ke Pura Candi Gora menunjukkan bahwa Bali utara adalah bagian penting dari perjalanan dharma para bijak masa lalu
Saat masa penjajahan Belanda, wilayah Buleleng bahkan dipandang sebagai daerah strategis oleh Belanda untuk memulai pergerakan menguasai Bali. Wilayah delapan kerajaan di Bali, termasuk Buleleng, yang sudah terikat dalam kesepakatan Paswara Asta Negara digoyahkan oleh Belanda justru dari kekuatan Bali utara di daerah Buleleng. Tahun 1846 Buleleng dijatuhkan dalam pertempuran sengit yang dikenal sebagai Perang Buleleng. Tekanan Belanda terus dilakukan menyusul Perang Jagaraga pada tahun 1849 yang memastikan Buleleng sepenuhnya dikuasai Kompeni

Perjalanan Bali dari masa ke masa hingga era millenium ke tiga ini telah membawa pula imbas ke wilayah Buleleng untuk turut berkiprah dalam dunia pariwisata. Daerah pesisir sepanjang Bali utara, terutama kawasan Lovina dan Kalibukbuk, adalah potensi daerah hunian wisata yang dimiliki oleh Buleleng. Secara keseluruhan, berbagai warisan seni budaya Buleleng memiliki ciri khas yang agak berbeda dengan warna seni budaya daerah Bali Selatan.

 

GEORAFIS KABUPATEN BULELENG

Letak Wilayah

Kabupaten yang terluas di Pulau Bali adalah Kabupaten Buleleng, yaitu mempunyai luas 1.365,88 Km2 atau 136.588 Ha (24, 25 % dari luas Pulau Bali), terletak di antara 114 0 25’ 55” BT – 1150 27’ 28” BT dan 80 03’ 40” LS – 80 23’ 00” LS . Jumlah penduduk Kabupaten Buleleng adalah 575.038 jiwa yang terdiri dari jumlah penduduk perkotaan adalah 124.898 jiwa sedangkan jumlah penduduk perdesaan adalah 450.140 jiwa.

Kabupaten Buleleng berada di belahan utara Pulau Bali yang dibatasi oleh Kabupaten Jembrana di bagian Barat, Tabanan, Badung dan Bangli dibagian Selatan, sedangkan di sebelah Timurnya dibatasi oleh Kabupaten Karangasem dan di sebelah utaranya adalah Laut Jawa. Sebanyak 31,56 % berada pada ketinggian antara 100 – 499 meter di atas muka laut, daerah yang mempunyai ketinggian di atas 500 meter di atas muka laut sekitar 26,36 % sisanya merupakan lahan dataran (0 – 25 meter). Tingkat kemiringan beraneka ragam yaitu : tanah datar 8,98%, tanah landai 51,41%, selebihnya adalah tanah terjal yaitu sekitar 23,9%.

Keadaan topografi yang demikian menunjukkan bahwa wilayah Kabupaten Buleleng sebagian besar merupakan daerah perbukitan, namun ada juga daerah pegunungan yang membelah / membagi dua bagian (Bali Utara dan Bali Selatan), yaitu yang tertinggi adalah gunung Lesong dan yang terendah adalah gunung Prapat Agung.

 

Luas Wilayah

Luas Kabupaten Buleleng secara keseluruhan 1.365,88 Km2 atau 24,25 % dari luas Propinsi Bali, dimana kecamatan Gerokgak merupakan kecamatan terluas yakni 26,11%, Kecamatan  Busungbiu  seluas 14,40 %, kecamatan Sukasada dan Banjar masing-masing 12,66% dan 12,64%.  Kecamatan Kubutambahan sebesar 8, 66%, Kecamatan  Seririt 8,18%, Kecamatan Tejakula 7,15%,  Kecamatan Sawan 6,77% dan Kecamatan Buleleng  3,44 %.

Topografi

Kabupaten Buleleng merupakan daerah berbukit  yang membentang di bagian selatan, sedangkan dibagian utara merupakan dataran rendah.  Di Kabupaten Buleleng juga terdapat gunung  berapi dan tidak berapi. Gunung yang tertinggi  adalah Gunung Tapak (1903 M) berada di Kecamatan  Sukasada sementara yang paling rendah adalah

gunung Jae (222 M) berada di wilayah Kecamatan Gerokgak.

Selain itu di Kabupaten Buleleng terdapat dua buah danau yaitu Danau Tamblingan (110 hektar) berada di Kecamatan Banjar. Sedangkan Danau Buyan (360 hektar) terletak di Kecamatan  Sukasada.

Iklim

Kabupaten Buleleng memiliki iklim laut tropis yang dipengaruhi oleh angin musim dan terdapat musim kemarau dan hujan. Curah hujan terendah terdapat di daerah pantai dan yang tertinggi ada  di daerah pegunungan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: