• Blog Stats

    • 93,378 hits
  • Masukkan email anda dan dapatkan informasi tentang lowongan kerja di Bali setiap harinya.
    Ayo...buruan gabung!!

    Join 461 other followers

Asal Usul Nama Bali

Tahukan Anda dari mana asal nama Bali untuk menyebut sebuah pulau di timur Pulau Jawa?

Kedatangan seorang Maha Rsi Markandeya abad ke-7 memberikan pengaruh besar pada kehidupan penduduk Bali. Beliau adalah seorang pertapa sakti di Gunung Raung, Jawa Timur.

Suatu hari beliau mendapat bisikan gaib dari Tuhan untuk bertempat tinggal di sebelah timur Pulau Dawa (pulau Jawa sekarang). Dawa artinya panjang, karena memang dulunya pulau Jawa dan Bali menjadi satu daratan.

Dengan diikuti oleh 800 pengikutnya, beliau mulai bergerak ke arah timur yang masih berupa hutan belantara. Perjalanan beliau hanya sampai di daerah Jembrana sekarang Bali Barat karena pengikut beliau tewas dimakan harimau dan ular-ular besar penghuni hutan. Akhirnya beliau memutuskan kembali ke Gunung Raung untuk bersemedi dan mencari pengikut baru.

Dengan semangat dan tekad yang kuat, perjalanan beliau yang kedua sukses mencapai tujuan di kaki Gunung Agung (Bali Timur) yang sekarang disebut Besakih.

Sebelum pengikutnya merabas hutan, beliau melakukan ritual menanam Panca Dhatu berupa lima jenis logam yang dipercayai mampu menolak bahaya. Perabasan hutan sukses, tanah-tanah yang ada beliau bagi-bagi kepada pengikutnya untuk dijadikan sawah, tegalan, rumah, dan tempat suci yang dinamai Wasukih (Besakih).

Di sinilah beliau mengajarkan agama kepada pengiringnya yang menyebut Tuhan dengan nama Sanghyang Widhi melalui penyembahan Surya (surya sewana) tiga kali dalam sehari, menggunakan alat-alat bebali yaitu sesajen yang terdiri atas tiga unsur benda: air, api, dan bunga harum.

Ajaran agamanya disebut agama Bali. Lambat laun para pengikutnya mulai menyebar ke daerah sekitar, sehingga daerah ini dinamai daerah Bali, daerah yang segala sesuatunya mempergunakan bebali (sesajen).

Bisa disimpulkan bahwa nama Bali berasal dari kata bebali yang artinya sesajen.

Ditegaskan lagi dalam kitab Ramayana yg disusun 1200SM: “Ada sebuah tempat di timur Dawa Dwipa yang bernama Vali Dwipa, di mana di sana Tuhan diberikan kesenangan oleh penduduknya berupa bebali (sesajen).”

Vali Dwipa adalah sebutan untuk Pulau Vali yang kemudian berubah fonem menjadi Pulau Bali atau pulau sesajen. Tidak salah memang interpretasi ini melihat orang Bali memang tidak bisa lepas dari sesajen dalam menjalankan kehidupan sehari-harinya. (Beritabali.com)

Gambaran Umum Daerah Bali

Bali sebagai daerah pusat wisata Indonesia bagian tengah, dan tujuan wisata dunia memeiliki potensi yang menunjang pertumbuhan kepariwisataan.  Potensi tersebut antara lain mencakup potensi manusia dan kebudayaannya.

Panorama alam yang indah dan ideal, hutan yang hijau, gunung, danau, sungai serta sawah yang membentang dengan teras-teras serta pantai yang indah dengan beragam pasir hitam dan putih.  Perpaduan alam, manusia dan kebudayaan Bali yang unik yang berlandaskan kepada konsepsi keserasian mewujudkan satu kondisi estetika yang ideal dan bermutu tinggi.

Wilayah, Letak, dan Keadaan Geografis

Propinsi Bali merupakan salah satu dari 33 Propinsi yang ada di Indonesia.  Propinsi Bali terdiri dari Pulau Bali, Pulau Nusa Penida serta beberapa Pulau-pulau kecil lainnya memiliki luas wilayah 5.632,82 kilometer persegi.  Secara administrasi Pulau Bali terdiri dari delapan Kabupaten, satu wilayah kota, 53 kecamatan dan 658 Desa/Kelurahan, 3563 Banjar/Dusun/lingkungan.

Daerah Bali berada pada posisi 7 54 dan 8 3 lintang selatan dan 114,25 dan 115 43 Bujur timur. Pulau Bali memiliki letak yang sangat strategis, karena menghubungkan lalu lintas laut dan darat antara Pulau Jawa dengan Nusa tenggara.  Bali juga terletak antara Benua Asia dan Australia.  Secara geografis ditengah-tengah Pulau Bali terbentang pegunungan memanjang dari barat ke timur.  Diantara pegunungan tersebut terdapat sejumlah gunung sebagai puncaknya seperti : Gunung Agung (3.142 m ) meter, Gunung Batur (1.717)meter, Gunung Abang (2.276)meter, Gunung Batukaru (2.276)meter.  Gunung Agung dan Gunung Batur  merupakan gunung berapi.  Disebelah utara dan selatan pegunungan tersebut terbentang tanah daratan.  Danau-danaunya adalah danau batur dengan luas 1.607,5 hektar, Danau Beratan 375,6 hektar, Danu Buyan 336 hektar dan Danau Tamblingan 110 hektar.  Sungai-sungai yang bersumber dari hutan dan danau tersebut kebanyakan mengalir ke daerah selatan, seperti sengai Unda, Sungai Petanu, Sungai Ayung, Sungai Pulukan, Sungai loloan dan lain-lain.

Iklim

Daerah Bali termasuk daerah beriklim tropis yang dipengaruhi oleh angin musim yang berganti setiap enam bulan sekali.  Daerah Bali memiliki dua musim yang berganti setiap enam bulan sekali.  Daerah Bali memiliki dua musim yaitu musim kemarau antara bulan April sampai Oktober dan musim hujan antara bulan Oktober sampai April.  Temperatur udara bervariasi antara 24 derajat celcius dan 30 derajat celcius.  Curah hujan dalam lima tahun terakhir bervariasi antara terendah 893,4 milimeter dan tertinggi 2.702,6 milimeter untuk rata-rata tahunan.  Kelembabban udara rata-rata 79%.

Flora dan Fauna

Keadaan fauna di Bali sebagian terwujud sebagai fauna yang telah diternakkan meliputi : sapi, kerbau , kambing, babi, kuda, ayam dan itik.  Keadaan flora secara keseluruhan tergolong jenis flora tropis.  Jenis flora alam yang belum diolah oleh manusia ada beraneka macam yang tumbuh di hutan-hutan.

Flora yang telah diolah manusia mencakup jenis flora yang berhubungan dengan usaha pertanian pangan seperti padi dan palawija, usaha perkebunan, usaha tanaman pekarangan dan tanaman hias.  Jenis perkebunan di bali meliputi : Kelapa, kopi, cengkeh, kapuk, jambu mete, tembakau, vanili serta coklat.