• Blog Stats

    • 97,216 hits
  • Masukkan email anda dan dapatkan informasi tentang lowongan kerja di Bali setiap harinya.
    Ayo...buruan gabung!!

    Join 467 other followers

Ekonomi Bali Pertumbuhan Tinggi, Pemerataan Rendah

Bali – Pertumbuhan ekonomi Bali yang ditargetkan mencapai 6,3 persen pada 2011 masih belum dinikmati krama Bali. Berdasarkan jajak pendapat Bali Post, Senin (27/6) kemarin, mencatat 55 persen responden menilai krama Bali cenderung sebagai pendukung pertumbuhan laju investasi. Hanya 32 persen responden yang menyatakan pertumbuhan ekonomi Bali telah dinikmati krama Bali. Bagaimana pendapat pakar dan pengamat tentang kecenderungan tersebut?
SEJUMLAH pakar ekonomi Bali menilai pemerintah belum mampu menumbuhkan ekonomi berkeadilan yang dapat dinikmati semua golongan. Hasil-hasil pembangunan belum mampu menyejahterakan semua kalangan. Apa yang dilakukan pemerintah belum sesuai rencana. Pemerintah baru sekadar memberikan mimpi-mimpi kepada masyarakat.
Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Warmadewa (FE Unwar) Drs. I Wayan Arjana, M.M. mengatakan jika ketimpangan tersebut tidak diatasi, kesenjangan ekonomi akan berujung pada kesenjangan sosial. ”Ini masalah besar sekaligus tantangan pemerintah sampai beberapa tahun ke depan. Kondisi ini bisa diatasi jika pemerintah, pengusaha, dan masyarakat bersinergi membangun Bali dengan bertumpu pada sumber daya ekonomi domestik,” terangnya.
Rektor Undiknas Denpasar Prof. Dr. Gede Sri Darma, S.T., M.M. menyatakan pemerintah harus turut campur dalam setiap kebijakan yang dikeluarkan guna menentukan arah ekonomi ke depan. Gerakan untuk kembali ke pertanian sejauh ini hanya sebatas wacana. Tata ruang banyak dikorbankan dan pendekatan hukum dalam hal menindak pelanggaran tata ruang tak jelas. Sebagian besar kebijakan yang dikeluarkan pemerintah kerap bermuatan politik, sehingga setiap program yang dicanangkan tidak mendapat dukungan sepenuhnya.
Dekan Fakultas Ekonomi (FE) Unud Prof. Dr. Wayan Ramantha, S.E., Ak., M.M. mengatakan, cetak biru merupakan konsep dasar perencanaan jangka panjang yang nantinya dipakai acuan dalam menentukan pembangunan jangka menegah dan pendek, termasuk dalam menentukan kebijakan ekonomi. Ketimpagan ekonomi yang terjadi selama ini merupakan salah satu dampak dari belum adannya konsep pembangunan yang jelas. Selain itu ada kecenderungan, pelaksanaannya lebih bersifat selera pemimpin.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Undiknas University Prof. Dr. I.B. Raka Suardana, S.E., M.M. menyatakan, selama ini pertumbuhan ekonomi Bali yang cukup stabil itu lebih banyak dipengaruhi oleh non-tradeable. Pertumbuhan ekonomi kurang banyak menyerap tenaga kerja. Karena itu ke depan pemerintah selaku pengambil kebijakan, hendaknya membuka akses bagi bertumbuh-kembangnya sektor-sektor ekonomi yang lebih banyak menyerap tenaga kerja. Dengan demikian jumlah pengangguran bisa diminimalisasi dan pada gilirannya angka kemiskinan dapat dikurangi.
Kata Raka Suardana, saat ini distribusi pendapatan kurang merata di Bali. Pertumbuhan ekonomi lebih banyak di sektor pariwisata yang padat modal dan hasilnya lebih banyak lari ke pusat. Ini juga menyebabkan pertumbuhan ekonomi yang tampak tinggi, tetapi belum dirasakan oleh krama Bali.
Anggota Komisi C DPRD Denpasar A.A. Susruta Ngurah Putra mengatakan, sangat realistis bila masyarakat belum mampu merasakan pertumbuhan ekonomi yang diklaim pemerintah selama ini. Program yang dijalankan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyatnya masih jauh dari tataran ideal.
Karena itu, wakil rakyat dari dapil Denpasar Barat ini melihat perputaran roda ekonomi masyarakat Bali cenderung lebih banyak dijalankan dan akibat kerja keras orang per orang. ”Saya menyadari masyarakat belum merasakan dampak dari pertumbuhan ekonomi yang disampaikan dengan angka-angka tersebut,” katanya.
Ia mencontohkan, alokasi dana APBD yang dikelola pemerintah, seperti yang terjadi di Denpasar sekitar 68 persen hanya untuk biaya dan gaji pegawai. ”Artinya, persentase untuk biaya peningkatan kesejahteraan masyarakat sangat minim. Ini yang seharusnya bisa dibuat berimbang,” harapnya.
Misalnya, pendapatan daerah 2011 ini diprediksi akan mencapai Rp 885 miliar. Dari dana itu, Rp 664 miliar untuk belanja tidak langsung, seperti belanja pegawai. Sedangkan dana untuk belanja langsung hanya Rp 310 miliar. (Bali Post)

Danau Tamblingan Meluap, Puluhan Rumah Terendam

Tamblingan, Curah hujan yang tinggi menyebabkan air Danau Tamblingan di Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali meluap. Akibatnya puluhan rumah warga dan pura yang ada di pinggir danau kini terendam air hingga 3 meter lebih.

Dari pantauan beritabali.com di Danau Tamblingan, daratan yang dulunya sering digunakan untuk areal berkemah, kini digenangi luapan air danau setinggi 1 hingga 3 meter.

Tak hanya menggenangi daratan hingga 300 meter dari pinggir danau, luapan air Danau Tamblingan juga menggenangi sebuah pura besar yang dulunya berada persis di pinggir danau.

Luapan air Danau yang terletak 70 kilometer utara Denpasar ini juga menggenangi puluhan rumah warga yang berdiam di pinggir danau.

“Dua hari setelah Nyepi, air danau sudah mencapai halaman rumah saya. Di rumah tetanga saya, air sudah masuk ke kamar tidur,” jelas Luh Sariani, seorang warga yang tinggal di pinggir Danau Tamblingan.

“Luapan air danau ini sudah mulai terjadi sejak bulan Desember lalu. Hutan yang ada di sekitar danau tidak mampu menyerap air dari curah hujan yang tinggi,” imbuh Wayan Sarika, Kepala Dusun Tamblingan, (21/3/2011).

Akibat luapan air Danau Tamblingan ini, warga yang sebelumnya tinggal di pinggir danau tidak bisa beraktivitas secara normal.

Sebagian warga memilih untuk mengungsi ke daerah yang lebih tinggi, ke rumah saudara atau rumah warga lain yang tidak terkena luapan air danau. (Beritabali.com)

Gempa 4,7 SR Guncang Bali

Singaraja, Gempa berkekuatan 4,7 skala richter mengguncang pulau Bali. Gempa sempat dirasakan warga Singaraja dan sekitarnya.

Berdasarkan informasi dari Badan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Bali-Nusra, gempa terjadi Minggu (20/3) pukul 23.29 Wita. Informasi dari website bmkg.go.id, Lokasi gempa magnetik ini berada di 8.34 Lintang Selatan (LS) dan 115.06 Bujur Timur (BT).

BMKG mendeteksi pusat gempa berada di darat 23 km Barat Daya Singaraja. Gempa dengan kedalaman 10 kilometer tidak berpotensi tsunami.

Meskipun besaran gempa tidak terlalu besar, namun getarannya sangat dirasakan oleh warga Singaraja hingga kecamatan Banjar. Salah seorang warga Banjar menyampaikan, gempa yang tidak lebih dari 4 detik ini membuat warga di kampungnya terjaga.

Sementara itu, di Kota Singaraja, beberapa orang pengunjung sebuah warnet di Jalan Ahmad Yani berhamburan keluar. Mereka juga was -was jika terjadi gempa susulan. (Beritabali.com)

PSK Padanggalak dan Gepeng Kena Tipiring

Denpasar, Bisnis prostitusi nampaknya sangat menggiurkan. Buktinya meski sudah banyak pelakunya yang diseret ke pengadilan, tapi masih tak membuat pelaku lain jera. Ini dibuktinya setelah tiga pekan berturut-turut dilakukan penggerebekan dibeberapa tempat, Jumat (18/3) sejumlah Pekerja Seks Komersial (PSK) digelandang ke PN Denpasar untuk disidangkan.

Kini, giliran PSK yang biasa mangkal di kawasan Padanggalak, digaruk. Hasilnya, 18 orang penjaja “daging mentah” berhasil diciduk. Ada yang berusia belasan tahun bahkan berusia lanjut. Seperti Imelda Kristianti (19) Sulasemi (55). Guna memberikan efek jera, pada Jumat (18/3), para “kupu-kupu malam” tersebut digiring ke Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.

Kepada hakim tunggal, Jhon Hutauruk, S.H., hampir semua terdakwa mengaku baru beberapa bulan melakoni bisnis jual diri tersebut. Mereka mengaku terpaksa menjadi PSK karena tidak memiliki keahlian untuk mengambil pekerjaan lain.

“Saya butuh uang untuk berobat orang tua saya yang sedang sakit,” terang salah seorang terdakwa.

Agar mendapat banyak pelanggan, para terdakwa mengaku tidak memasang tariff yang mahal. Untuk sekali kencan, mereka hanya menarik ongkos Rp 60 ribu. Hasil tersebut tidak semuanya dapat dikantongi para terdakwa. Pasalnya mereka harus membayar tempat dan kadang-kadang memberikan uang tip kepada yang bersedia mencarikan pelanggan.

Mendengar pengakuan para terdakwa, majelis hakim selanjutnya menyimpulkan para terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkankan ,melanggar pasal 1 Perda Propinsi Bali No. 7 tahun 1993, tentang laki-laki atau perempuan yang dengan sengaja menawarkan dirinya untuk orang lain untuk melakukan hubungan badan di luar pernikahan, dan menjadikannya sebagai mata pencaharian. Sebagai ganjarannya, hakim menjatuhkan hukuman denda sebesar Rp 100 ribu untuk masing-masing terdakwa.

Selain PSK, empat orang gelandangan dan pengemis (gepeng) asal Karangasem juga ditipiringkan. Mereka masing-masing Wayan Alus, Wayan Wangi, Nengah Wani dan Ketus. Keempatnya dinilai melanggar Perda No. 3 tahun 2003 tentang ketertiban umum. Karena mereka gepeng, Hakim hanya menjatuhkan denda Rp 10 ribu subsider satu hari kurungan untuk para terdawa. (Beritabali.com)

Bandara Ngurah Rai Antisipasi Radiasi Nuklir

Denpasar, Pasca munculnya bencana radiasi nuklir di Jepang, Bandara Ngurah Rai Bali mulai melakukan langkah-langkah antisipasi. Pihak pengelola Bandara Ngurah Rai menyatakan telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, guna mengantisipasi masuknya radiasi nuklir yang dibawa penumpang dan barang dari Jepang.

Pasca munculnya bencana radiasi di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi Jepang, pihak pengelola Bandara Ngurah Rai Bali mulai mengambil langkah antisipasi.

Selain mengantisipasi kemungkinan lonjakan arus penumpang yang akan datang dari Jepang, pihak Bandara Ngurah Rai juga melakukan antisipasi guna menangkal masuknya radiasi nuklir yang dibawa penumpang maupun barang dari Jepang.

“Kita sudah melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait mulai Administratur Bandara, Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara Ngurah Rai, dan pihak terkait lainnya. Saat ini semuanya masih berkoordinasi dengan pimpinan masing-masing,” jelas General Manager PT Angkasa Pura I Ngurah Rai, Purwanto, (18/3/2011).

Meski sudah melakukan koordinasi dengan pihak pihak terkait, namun hingga kini pengelola Bandara Ngurah Rai Bali belum melakukan upaya pemeriksaan radiasi nuklir terhadap para penumpang maupun barang yang datang dari Jepang.

“Selain masih koordinasi, pemeriksaan radiasi nuklir itu perlu alat khusus dan tenaga ahli. Jadi tidak bisa sembarangan,” ujar Purwanto. (Beritabali.com)