• Blog Stats

    • 98,669 hits
  • Masukkan email anda dan dapatkan informasi tentang lowongan kerja di Bali setiap harinya.
    Ayo...buruan gabung!!

    Join 468 other followers

Nusa Dua Fiesta Bertema “Segara Lelangunan”

Denpasar. Ajang tahunan Nusa Dua Fiesta kembali digelar tahun ini. Berbagai kegiatan mulai atraksi seni budaya, musik, olahraga, sampai pameran akan digelar selama empat hari, 2-5November mendatang di Peninsula Island, Nusa Dua, Bali.

Seluruh rangkaian kegiatan acara yang diselenggarakan PT Bali Tourism Development Corporation (BTDC) ini mengambil tema “Segara Lelangunan” yang diartikan menikmati keindahan laut. Melalui tema ini, BTDC ingin mengajak semua pihak untuk peduli dan memahami betapa pentingnya pelestarian ekosistem pesisir dan laut untuk mendukung pariwisata bahari yang berkelanjutan.

Ketua Umum NDF Ida Bagus Abdi mengatakan, tujuan pelaksanan NDF 2012 adalah untuk promosi pencitraan Bali dan kawasan pariwisata di Nusa Dua sebagai destinasi yang aman, nyaman, dan layak untuk dikunjungi. Selain sebagai ajang promosi produk-produk dalam negeri.

“Dalam perhelatan ini, kami juga akan meluncurkan karya seni patung Kresna dan Arjuna setinggi 17 meter sebagai maskot kawasan BTDC. Ajang NDF ini akan menampilkan 80 persen seni budaya tradisional,” ujar IB Abdi dalam konferensi pers bertempat di BIMC Hospital, Nusa Dua, Senin (15/10/2012).

Diterangkan, dalam ajang tersebut akan menampilkan dua garapan seni kolosal yaitu sendratari Arjuna dan Kebo Iwa. Selain itu juga akan menampilkan tari janger, cak dan lainnya. Terkait dengan lingkungan, juga akan menggelar penanaman terumbu karang yang konsisten dilakukan selama ini.

“Penampilan dari beberapa musisi dunia yang mengkolaborasikan antara musik tradisional dan modern bekerjasama dengan Musikolog Franky Raden. Kami juga menampilkan musisi Internasional seperti Kevin Brigg feats Ka Mau,” ucapnya.

Selain seni dan budaya tradisional, NDF 2012 juga akan dimeriahkan dengan pameran foto bawah laut dengan menampilkan karya seni fotografi bawah laut hasil bidikan terbaik para Underwater Photographer ternama tingkat nasional maupun Internasional. Sedangkan, dalam program peduli lingkungan pada anak-anak, BTDC bekerjasama dengan Goethe-Institute menyelenggarakan Science Film Festival dengan tema “Air”.

“Kami juga mengelar lomba Bali Culinary Challenge 2012 dan workshop sustainable seafood bekerjasama dengan Indonesia Chef Association (ICA).

Kegiatan ini dapat memberikan warna berbeda dibandingkan sebelumnya, sehingga dapat menarik wisatwan lebih banyak lagi,” terangnya.

Sebut Kelian Adat Rabies, Warga Australia Dipolisikan

Lovina. Seorang warga negara Australia yang bertempat tinggal di Desa Kalibukbuk, Kecamatan Buleleng, dilaporkan ke polisi oleh seorang kelian adat. Warga Australia ini dilaporkan karena menyebut Kelian Adat dengan kata-kata kasar.

Kelian Desa Pakraman Kalibukbuk Made Rudita (42), melaporkan Warga Negara Australia yang bernama Ricky (50) ke polisi. Pelaku yang telah lama menetap di Kalibukbuk itu dinilai melecehkan korban dengan menyebutnya sebagai Kelian Adat yang bullshit, koruptor, dan rabies.

Berdasarkan sejumlah keterangan yang dihimpun, Made Rudita saat peristiwa terjadi berada di depan sebuah warung. Tiba-tiba ia didatangi pelaku dengan menggunakan sepeda motor. Diduga dalam pengaruh minuman beralkohol, pelaku marah-marah dan memaki korban yang berstatus sebagai Kelian Desa Pakraman Kalibukbuk.

Dengan suara keras korban Rudita dilecehkan di depan umum dengan kata-kata yang menyinggung perasaan korban dan beberapa warga yang berada di lokasi peristiwa. Untungnya pelaku langsung kabur sehingga beberapa warga yang merasa emosi mampu diredam. Kasus ini kemudian dilaporkan ke Mapolres Buleleng.

Kepala Bagian Operasional Polres Buleleng, Kompol Ida Putu Wedanajati, membenarkan telah menerima laporan penghinaan yang dilakukan seorang warga Negara Australia. Kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan dan penyidikan.

“ Walaupun melibatkan orang asing kita akan tetap melakukan proses secara hukum. Dan dalam kasus ini masih dilakukan pendalaman sekaligus mengumpulkan bunti-bukti maupun keterangan yang ada,” ujarnya (15/10/2012). (Beritabali.com)

Pura Besakih, Dilindungi Unesco Sejak 1995

Karangasem. Pura Besakih adalah sebuah komplek pura yang terletak di Desa Besakih, Kecamatan Rendang Kabupaten Karangasem, Bali, Indonesia. Komplek Pura Besakih terdiri dari 1 Pura Pusat (Pura Penataran Agung Besakih) dan 18 Pura Pendamping (1 Pura Basukian dan 17 Pura Lainnya). Di Pura Basukian, di areal inilah pertama kalinya tempat diterimanya wahyu Tuhan oleh Hyang Rsi Markendya, cikal bakal Agama Hindu Dharma sekarang di Bali, sebagai pusatnya. Pura Besakih merupakan pusat kegiatan dari seluruh Pura yang ada di Bali.

Di antara semua pura-pura yang termasuk dalam kompleks Pura Besakih, Pura Penataran Agung adalah pura yang terbesar, terbanyak bangunan-bangunan pelinggihnya, terbanyak jenis upakaranya dan merupakan pusat dan semua pura yang ada di komplek Pura Besakih. Di Pura Penataran Agung terdapat 3 arca atau candi utama simbol stana dari sifat Tuhan Tri Murti, yaitu Dewa Brahma, Dewa Wisnu dan Dewa Siwa yang merupakan perlambang Dewa Pencipta, Dewa Pemelihara dan Dewa Pelebur/Reinkarnasi. Pura Besakih masuk dalam daftar pengusulan Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 1995.

Keberadaan fisik bangunan Pura Besakih, tidak sekedar menjadi tempat pemujaan terhadap Tuhan YME, menurut kepercayaan Agama Hindu Dharma, yang terbesar di pulau Bali, namun di dalamnya memiliki keterkaitan latar belakang dengan makna Gunung Agung. Sebuah gunung tertinggi di pulau Bali yang dipercaya sebagai pusat Pemerintahan Alam Arwah, Alam Para Dewata, yang menjadi utusan Tuhan untuk wilayah pulau Bali dan sekitar. Sehingga tepatlah kalau di lereng Barat Daya Gunung Agung dibuat bangunan untuk kesucian umat manusia, Pura Besakih yang bermakna filosofis.

Makna filosofis yang terkadung di Pura Besakih dalam perkembangannya mengandung unsur-unsur kebudayaan yang meliputi: Sistem pengetahuan, Peralatan hidup dan teknologi, Organisasi sosial kemasyarakatan, Mata pencaharian hidup, Sistem bahasa, Religi dan upacara, dan Kesenian.

Ketujuh unsur kebudayaan itu diwujudkan dalam wujud budaya ide, wujud budaya aktivitas, dan wujud budaya material. Hal ini sudah muncul baik pada masa pra-Hindu maupun masa Hindu yang sudah mengalami perkembangan melalui tahap mitis, tahap ontologi dan tahap fungsional.

Berdasar sebuah penelitian, bangunan fisik Pura Besakih telah mengalami perkembangan dari kebudayaan pra-hindu dengan bukti peninggalan menhir, punden berundak-undak, arca, yang berkembang menjadi bangunan berupa meru, pelinggih, gedong, maupun padmasana sebagai hasil kebudayaan masa Hindu.

Latar belakang keberadaan bangunan fisik Pura Besakih di lereng Gunung Agung adalah sebagai tempat ibadah untuk menyembah Dewa yang dikonsepsikan gunung tersebut sebagai istana Dewa tertinggi.

Pada tahapan fungsional manusia Bali menemukan jati dirinya sebagai manusia homo religius dan mempunyai budaya yang bersifat sosial religius, bahwa kebudayaan yang menyangkut aktivitas kegiatan selalu dihubungkan dengan ajaran Agama Hindu.

Dalam budaya masyarakat Hindu Bali, ternyata makna Pura Besakih diidentifikasi sebagai bagian dari perkembangan budaya sosial masyarakat Bali dari mulai pra-Hindu yang banyak dipengaruhi oleh perubahan unsur-unsur budaya yang berkembang, sehingga memengaruhi perubahan wujud budaya ide, wujud budaya aktivitas, dan wujud budaya material.

Perubahan tersebut berkaitan dengan ajaran Tattwa yang menyangkut tentang konsep ketuhanan, ajaran Tata-susila yang mengatur bagaimana umat Hindu dalam bertingka laku, dan ajaran Upacara merupakan pengaturan dalam melakukan aktivitas ritual persembahan dari umat kepada TuhanNya, sehingga ketiga ajaran tersebut merupakan satu kesatuan dalam ajaran Agama Hindu Dharma di Bali. (Beritabali.com)

2 Pembantai Keluarga Purnabawa Ditahan di Polresta Denpasar

Denpasar. 2 orang pelaku pembunuhan keluarga Made Purnabawa di Desa Kampial Kabupaten Badung Bali kini sudah ditahan di Polresta Denpasar.

“ 2 pelaku yakni Heru Ardianto dan Abdul Kadir tiba di Polresta Denpasar pagi ini setelah sebelumnya dititipkan di Polres Probolingo Jawa Timur. Kita juga sudah menahan Putu Anita, istri dari Heru Ardianto,”jelas AKP IB Made Sarjana, Kasubag Humas Polresta Denpasar (24/2/2012).

Sebelum dibawa ke Polresta Denpasar, salah seorang pelaku yakni Abdul Kadir sempat mencoba bunuh diri di sel tahanan Polres Probolinggo.

“Abdul Kadir mencoba bunuh diri dengan cara menyetrum dirinya dengan aliran listrik di kamar mandi sel tahanan, namun upaya nekatnya berhasil digagalkan aparat kepolisian setempat,” kata Sarjana.

Dari hasil pemeriksaan sementara, istri pelaku Heru Ardianto mengaku ia dan suaminya tidak ikut melakukan aksi pembunuhan.

“Saat keluarga Made Purnabawa dibunuh di kamar tidurnya, Heru dan istrinya Anita mengaku ada di kamar tidur mereka, tapi ini masih terus kita dalami,”imbuh Sarjana.

Selain mengamankan tiga orang yang diduga pelaku pembunuhan keluarga Made Purnabawa, polisi juga telah mengamankan dua motor milik korban sebagai barang bukti. Sementara satu mobil kijang innova milik korban masih belum ditemukan.

Polisi Polda Bali dibantu Polda Jawa Timur hingga kini masih memburu 3 orang pelaku lainnya yang diduga ikut terlibat dalam aksi pembunuhan sadis ini. (Beritabali.com)

Awas, WN Asing Nipu Jual HP Palsu

Denpasar. Warga negara asing yang datang ke Bali kini tak hanya datang untuk berlibur. Beberapa diantaranya datang untuk melakukan aksi penipuan dengan berpura-pura kehabisan bekal dan menjual HP atau telpon genggam miliknya. HP bermerk yang dijual ternyata abal-abal alias palsu.

Aksi penipuan oleh warga asing dengan modus kehabisan bekal dan menjual HP miliknya ini antara lain terjadi di sebuah rumah kos di Jalan Pulau Misol Denpasar.

Seorang penghuni rumah kos bernama Adi menceritakan, belum lama ini rumah kos yang ditempati bersama beberapa orang lainnya itu tiba-tiba didatangi seorang pria yang mengaku warga negara Hongkong.

“Pria yang ngaku dari Hongkong ini mengaku tidak bisa bahasa Inggris. Penampilannya kucel dan mengaku kehabisan bekal. Dia cuman bilang no money-money, makan, makan,” ujar Adi.

Kepada penghuni kos, pria ini kemudian menawarkan HP merk Nokia seri N 8 kepada penghuni kos seharga Rp 1 juta.

“Karena HP itu dipasaran harganya Rp 4 jutaan, temen kos tertarik dan ditawar Rp 700.000. Meski sempat tawar menawar, akhirnya pria asing itu setuju HP nya dibeli seharga Rp 700. 000,” kata Adi.

Usai transaksi, pria yang mengaku warga Hongkong itu kemudian pergi. Dan HP Nokia N 8 miliknya setelah dicek ternyata betul barang palsu alias abal-abal made in Cina. (Beritabali.com)

Pemerintah Diminta Tindak Tegas Perdagangan Cinderamata Sisik Penyu

Denpasar. Pemerintah diminta menindak tegas perdagangan cinderamata yang mengandung sisik penyu di Tanjung benoa. Pemerintah juga diminta menertibkan pelepasan tukik (anak penyu) yang semakin marak dilakukan oleh hotel-hotel di Bali karena lebih kental unsur komersilnya dibanding sisi konservasinya.

“Ini merusak citra Bali sebagai tujuan utama wisata Indonesia,”kata Wita Wahyudi, perwakilan ProFauna di Bali, dalam rilis yang diterima beritabali.com (26/2/2012).

Berdasarkan data ProFauna, perdagangan cinderamata yang mengandung sisik penyu masih terjadi secara terbuka di Tanjung Benoa, Bali. Survey ProFauna Indonesia pada bulan Januari 2012 menunjukan ada puluhan cinderamata mengandung sisik penyu dalam bentuk gelang, kotak perhiasan dan pipa rokok yang dijual di Pulau Penyu, Tanjung Benoa, Bali. Gelang tersebut dijual seharga Rp 250 ribu, pipa rokok Rp 300 ribu dan kotak perhiasaan ukuran besar dijual seharga Rp 1 juta.

Pulau Penyu di Tanjung Benoa dikenal sebagai daerah tujuan wisata penyu, karena di tempat ini dipajang ratusan ekor penyu untuk kepentingan wisata. Wisatawan bisa berfoto bersama penyu. Di tempat ini penyu-penyu yang didisplay ukurannya beragam dan terdiri dari 3 jenis penyu yaitu penyu hijau (Chelonia mydas), penyu lekang (Lepidochelys olivacea) dan penyu sisik (Eretmochelys imbricata).

“Semua jenis penyu di Indonesia telah dilindungi oleh undang-undang, ini artinya perdagangan penyu baik hidup maupun bagian tubuhnya adalah dilarang. Menurut UU nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, pelaku perdagangan satwa dilindungi bisa diancam hukuman penjara 5 tahun dan denda Rp 100 juta,”papar Wita.

“Adanya ratusan ekor penyu dan perdagangan cinderamata  yang mengandung sisik penyu di Tanjung Benoa adalah sebuah ironi. Hukum yang melindungi satwa langka menjadi seperti hanya di atas kertas saja. Apalagi perdagangan cinderamata  itu terjadi secara terbuka, di suatu tempat tujuan wisata yang terkenal seperti Pulau Penyu,”imbuhnya. (Beritabali.com)

Pasca Rusuh, Lapas Kerobokan Rugi Rp 1,2 Miliar

Denpasar. Perhitungan kerugian sementara pasca rusuh Lapas Kerobokan 21 pebuari lalu mencapai Rp 1,2 milyar. Jumlah kerugian ini dihitung dari kerusakan bangunan saja, belum termasuk peralatan komputer dan sebagainya.

Situasi keamanan Lapas Kerobokan kini berangsur-angsur pulih kembali. Menyusul ditariknya personil kepolisian dari LP paksa kerusuhan 21 Pebuari lalu. Dari pantauan di lokasi hanya petugas LP yang melakukan pengamanan seperti biasa.

Kerusuhan Lapas Kerobokan, menimbulkan kerusakan yang sangat parah. Seluruh bangunan kantor ludes terbakar dan dokumen-dokumen penting tidak ada yang terselamatkan. Bahkan brankas uang berisi ratusan juta juga lenyap. Hingga kemarin (26/2/2012) pihak Kementerian Hukum dan HAM RI masih melakukan penghitungan total kerugian.

Dari perhitungan sementara, Lapas mengalami kerugian sekitar Rp 1,2 miliar. Jumlah kerugian ini dikatakan oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan (kadivpas) Kanwil Kemenkum HAM Bali, Priyadi saat dikonfirmasi kemarin (26/2/2012).

“Kita baru menghitung bangunannya saja, jadi belum termasuk peralatan, komputer, dan lain sebagainya,” terangnya.

Menurut Priyadi, bila sudah terdata secara keseluruhan, termasuk berbagai peralatan yang ludes, tentu angkanya bisa berlipat-lipat.

“Nanti setelah semuanya dihitung, bisa saja angkanya menjadi berlipat-lipat. Kemungkinan hasilnya baru akan diketahui hari Senin besok atau Selasa. Ini yang menghitung bukan kami, tapi oleh konsultan,” beber Priyadi.

Estimasi nilai kerugian sebesar Rp 1,2 miliar itu juga tidak termasuk dengan persenjataan.

Sebagai perbandingan, pada kerusuhan pertama akibat aksi Badan Narkotika Nasional (BNN) yang mencoba menangkap napi Agus Riyadi di Lapas Kerobokan pada Juni tahun lalu, lapas terbesar di Bali dan Nusa Tenggara itu menderita kerugian sampai Rp 2,9 miliar. Kerusakannya sendiri terbilang lebih ringan dibandingkan dengan kerusuhan beberapa hari lalu.

Kala itu, setelah terdata, 18 unit sarana dan prasarana lapas mengalami kerusakan berat. Di antaranya, enamwisma, kantor, musala, komputer, CCTV, dan sejumlah fasilitas lain. Maka, melihat perbandingan tersebut, diperkirakan sekarang lapas mengalami kerugian yang lebih besar. (Beritabali.com)