• Blog Stats

    • 97,125 hits
  • Masukkan email anda dan dapatkan informasi tentang lowongan kerja di Bali setiap harinya.
    Ayo...buruan gabung!!

    Join 467 other followers

Gambaran Umum Daerah Bali

Bali sebagai daerah pusat wisata Indonesia bagian tengah, dan tujuan wisata dunia memeiliki potensi yang menunjang pertumbuhan kepariwisataan.  Potensi tersebut antara lain mencakup potensi manusia dan kebudayaannya.

Panorama alam yang indah dan ideal, hutan yang hijau, gunung, danau, sungai serta sawah yang membentang dengan teras-teras serta pantai yang indah dengan beragam pasir hitam dan putih.  Perpaduan alam, manusia dan kebudayaan Bali yang unik yang berlandaskan kepada konsepsi keserasian mewujudkan satu kondisi estetika yang ideal dan bermutu tinggi.

Wilayah, Letak, dan Keadaan Geografis

Propinsi Bali merupakan salah satu dari 33 Propinsi yang ada di Indonesia.  Propinsi Bali terdiri dari Pulau Bali, Pulau Nusa Penida serta beberapa Pulau-pulau kecil lainnya memiliki luas wilayah 5.632,82 kilometer persegi.  Secara administrasi Pulau Bali terdiri dari delapan Kabupaten, satu wilayah kota, 53 kecamatan dan 658 Desa/Kelurahan, 3563 Banjar/Dusun/lingkungan.

Daerah Bali berada pada posisi 7 54 dan 8 3 lintang selatan dan 114,25 dan 115 43 Bujur timur. Pulau Bali memiliki letak yang sangat strategis, karena menghubungkan lalu lintas laut dan darat antara Pulau Jawa dengan Nusa tenggara.  Bali juga terletak antara Benua Asia dan Australia.  Secara geografis ditengah-tengah Pulau Bali terbentang pegunungan memanjang dari barat ke timur.  Diantara pegunungan tersebut terdapat sejumlah gunung sebagai puncaknya seperti : Gunung Agung (3.142 m ) meter, Gunung Batur (1.717)meter, Gunung Abang (2.276)meter, Gunung Batukaru (2.276)meter.  Gunung Agung dan Gunung Batur  merupakan gunung berapi.  Disebelah utara dan selatan pegunungan tersebut terbentang tanah daratan.  Danau-danaunya adalah danau batur dengan luas 1.607,5 hektar, Danau Beratan 375,6 hektar, Danu Buyan 336 hektar dan Danau Tamblingan 110 hektar.  Sungai-sungai yang bersumber dari hutan dan danau tersebut kebanyakan mengalir ke daerah selatan, seperti sengai Unda, Sungai Petanu, Sungai Ayung, Sungai Pulukan, Sungai loloan dan lain-lain.

Iklim

Daerah Bali termasuk daerah beriklim tropis yang dipengaruhi oleh angin musim yang berganti setiap enam bulan sekali.  Daerah Bali memiliki dua musim yang berganti setiap enam bulan sekali.  Daerah Bali memiliki dua musim yaitu musim kemarau antara bulan April sampai Oktober dan musim hujan antara bulan Oktober sampai April.  Temperatur udara bervariasi antara 24 derajat celcius dan 30 derajat celcius.  Curah hujan dalam lima tahun terakhir bervariasi antara terendah 893,4 milimeter dan tertinggi 2.702,6 milimeter untuk rata-rata tahunan.  Kelembabban udara rata-rata 79%.

Flora dan Fauna

Keadaan fauna di Bali sebagian terwujud sebagai fauna yang telah diternakkan meliputi : sapi, kerbau , kambing, babi, kuda, ayam dan itik.  Keadaan flora secara keseluruhan tergolong jenis flora tropis.  Jenis flora alam yang belum diolah oleh manusia ada beraneka macam yang tumbuh di hutan-hutan.

Flora yang telah diolah manusia mencakup jenis flora yang berhubungan dengan usaha pertanian pangan seperti padi dan palawija, usaha perkebunan, usaha tanaman pekarangan dan tanaman hias.  Jenis perkebunan di bali meliputi : Kelapa, kopi, cengkeh, kapuk, jambu mete, tembakau, vanili serta coklat.

Penududuk dan Identitas

Jumlah penduduk Propinsi Bali menurut sensus penduduk tahun 2000 sebesar 3.146.999 jiwa. Empat sensus sebelumnya mencatat jumlah penduduk Bali sebagai berikut : 1930 sebanyak 1.101.029 jiwa, sensus 1961 sebanyak 1.782.529 jiwa dan sensus 1971 sebanyak 2.120.091 jiwa, sensus 1980 sebanyak 2.469.930 jiwa.  Orang Bali disamping berdomisili di propinsi Bali, juga tersebar di berbagai Propinsi lain di Indonesia sebagai transmigran.

Orang Bali atau suku Bali merupakan salah satu suku yang berdomisili di kepulauan Indonesia.  Suku Bali merupakan kelompok yang terikat oleh kesadaran atau satu kesatuan kebudayaan daerah Bali maupun kebudayaan nasional Indonesia.  Rasa kesadaran akan kesatuan kebudayaan Bali diperkuat oleh adanya kesatuan bangsa dan kesatuan agama Hindu.  Bahasa Bali memiliki tradisi sastra, baik berupa tertulis maupun lisan dan didukung oleh system aksara tersendiri.

Orang-orang Bali tradisional sangat terikat pada segi-segi kehidupan mereka seperti :

1. Kewajiban melakukan pemujaan Pura tertentu.

2. Pada satu tempat tinggal atau komunitas;

3. Pada pemilikan tanah pertanian dalam satu subak tertentu;

4. Pada satu status sosial atas dasar warna;

5. Pada ikatan kekerabatan pada prinsip patrilineal;

6. Pada keanggotaan terhadap sekehe tertentu;

7. Pada satu kesatuan administrasi desa dinas tertentu.

Manusia  masyarakat dan kebudayaan Bali baik oleh sebab-sebab internal maupun eksternal telah mengalami berbagai dinamika dan perubahan.  Dinamika dan perubahan tersebut berproses menurut alur perkembangan tiga tradisi utama yang merupakan refleksi keseluruhan kebudayaan Bali yaitu tradisi kecil, tradisi besar dan tradisi modern.  Tradisi kecil terdiri dari unsur-unsur kebudayaan Bali asal dari kehidupan prasejarah Hindu seperti yang masih nampak dalam kebudayaan masyarakat Bali Age.  Tradisi besar mencakup unsur-unsur kehidupan masyarakat dan kebudayaan yang berkembang seiring dengan agama Hindu.  Tradisi modern mencakup unsure-unsur yang berkembang sejak jaman penjajahan, kemerdekaan dan era informasi serta globalisasi.  Jati diri orang Bali sangat dominan dibentuk oleh kebudayaan Bali yang dijiwai Agama Hindu dengan dukungan tiga unsur pokok yaitu Bahasa Bali, Kesenian dan lembaga tradisional serta berlandaskan pada konfigurasi nilai-nilai dasar yang mencakup nilai religius, solidaritas dan estetika.  Medernisasi masyarakat dan kebudayaan Bali telah ikut teknologi.  Secara keseluruhan , gerak perubahan masyarakat dan kebudayaan Bali dalam kerangka modernisasi dan globalisasi cenderung menuruti konsep continuity in changes.