• Blog Stats

    • 100,697 hits
  • Masukkan email anda dan dapatkan informasi tentang lowongan kerja di Bali setiap harinya.
    Ayo...buruan gabung!!

    Join 469 other followers

Masalah Sampah Potensial Jadi ”Bom Waktu” bagi Bali

Masalah sampah sepertinya tidak pernah tuntas. Walau sudah ditangani petugas DKP, tetap saja ada keluhan yakni banyak onggokan sampah tidak diangkut. Saat ini Bali memproduksi sampah sampai 5.094 meter kubik per hari dan belum semuanya bisa ditangani. Bila tak dikelola dengan baik, sampah potensial menjadi ”bom waktu” bagi daerah ini.

Persoalan sampah bagi Bali sudah sejak lama. Apalagi dengan perkembangan jumlah penduduk di daerah ini meningkat cukup tajam, dipastikan produksi sampah makin membeludak.

Saat ini, sejumlah tumpukan sampah tampak menggunung di berbagai lokasi karena daya angkut armada sampah yang terbatas. Sisi lain, kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan juga tetap berlanjut. Potensi persoalan sampah jadi bom waktu yang siap meledak setiap saat makin besar, mengingat reaksi penolakan dari masyarakat mulai bermunculan begitu di wilayahnya direncanakan akan dibangun tempat pembuangan akhir (TPA).

Dihubungi Senin (11/4) kemarin, Kepala Badan Lingkungan Hidup Provinsi Bali Ir. A.A. Gede Alit Sastrawan, M.T. tidak menampik persoalan sampah berpotensi jadi bom waktu bagi Bali. Dikatakannya, perilaku sebagian masyarakat Bali yang cenderung konsumtif turut membengkakkan volume sampah di Bali. Sebagai gambaran, saat ini volume sampah di daerah perkotaan di Bali rata-rata mencapai 5.094 meter kubik per hari. Tentunya, tumpukan sampah yang volumenya mencapai ribuan meter kubik per hari itu memerlukan tempat pembuangan akhir yang cukup luas jika ingin tertangani secara baik ditambah ketersediaan armada pengangkut sampah dalam jumlah yang tidak sedikit. Harus diakui, belum seluruh sampah yang diproduksi oleh masyarakat Bali dapat ditangani secara tuntas.

”Oleh karena itu, partisipasi segenap komponen masyarakat Bali dalam penanganan masalah sampah bersifat mutlak jika tidak ingin bom waktu itu benar-benar meledak,” katanya mengingatkan.
Dikatakannya, bukan perkara mudah untuk membangun TPA baru lantaran terganjal keterbatasan lahan maupun reaksi penolakan dari masyarakat. Alit Sastrawan meminta masyarakat Bali lebih bijaksana dalam menangani sampah. Ditegaskan, masyarakat wajib memiliki kesadaran dan tanggung jawab yang besar terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan. Secara sederhana, masyarakat diharapkan membuang sampah pada tempat-tempat yang telah disediakan. Hal itu akan mempermudah petugas kebersihan ketika memungut dan mengangkutnya ke TPA.

”Tak kalah pentingnya, masyarakat harus membangun kesadaran untuk mengurangi volume sampah yang diproduksinya setiap hari seoptimal mungkin. Jika setiap keluarga memiliki kesadaran seperti itu, tentunya tumpukan sampah yang saat ini terlihat menggunung di mana-mana dapat ditekan seminimal mungkin,” katanya.

Dalam konteks mengurangi volume sampah itu, pejabat asal Bangli ini meminta masyarakat mengimplementasikan prinsip 3R yakni reduce (mengurangi pemakaian benda-benda yang menghasilkan sampah), reuse (memakai kembali benda-benda sehingga tidak langsung dibuang dan jadi sampah) dan recycle (mendaur ulang sampah menjadi benda-benda yang bisa digunakan kembali). Dikatakan, dalam pengimplementasian prinsip 3R ini kegiatan pemilahan antara sampah organik dan anorganik merupakan kunci sukses. Sayang, pelaksanaan prinsip kelola sampah dengan 3R ini belum jadi budaya dan kebiasaan orang kebanyakan. ”Kesadaran inilah yang perlu terus-menerus dibangun di masyarakat. Salah satu kendala utama penyebab rendahnya tingkat guna ulang, daur ulang dan pemanfaatan sampah adalah masyarakat Indonesia tidak terbiasa memilah sampah, baik di sumber maupun di tempat penampungan sementara,” katanya.

Terkait pengelolaan sampah di Indonesia, katanya, pemerintah sudah menetapkan Undang-undang Nomor 18 Tahun 2008 yang mengubah paradigma menjadi pengurangan di sumber (reduce at source) dan daur ulang sumber daya (resources recycle).

Dikatakan, tiga aktivitas utama dalam penyelenggaraan kegiatan pengurangan sampah yaitu pembatasan timbunan sampah, pendauran-ulang sampah dan pemanfaatan kembali sampah. Ketiga kegiatan tersebut merupakan perwujudan dari prinsip pengelolaan sampah yang berwawasan ingkungan. Kegiatan pengurangan sampah itu juga bermakna agar seluruh lapisan masyarakat, baik pemerintah, kalangan dunia usaha maupun masyarakat luas melaksanakan ketiga kegiatan tersebut melalui upaya-upaya yang cerdas, efisien dan terprogram.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika menyatakan pihaknya telah menyusun peraturan daerah atau perda tentang sampah. ”Saat ini kami sedang menyusun perda sampah. Payung hukumnya harus ada dulu. Ini sudah kita lakukan sejak satu tahun lalu. Menyusun perda itu tidak bisa cepat-cepat, banyak hal yang harus dikaji,” jelasnya.

Dengan adanya perda yang khusus mengatur tentang sampah ini, Bali diharapkan akan menjadi provinsi yang bersih dan hijau seperti slogan Bali Clean and Green, yang menjadi target Pemerintah Provinsi Bali ke depan.

Kepala Biro Humas Pemprov Bali Putu Suardhika mengatakan, sampah yang dihasilkan dari Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan mencapai 800 ton per hari kini diolah menjadi pembangkit sumber energi lsitrik di Instalasi Pengolahan Sampah Terpadu (IPST) Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan) di Suwung, Denpasar. ”Ini salah satu upaya kami dalam mengatasi sampah yang berlimpah,” ucapnya.

IPST Sarbagita ini juga membuktikan bahwa sampah ternyata juga memiliki nilai ekonomi cukup tinggi jika mampu diolah dengan baik. Sampah tidak hanya dapat dijadikan pupuk kompos, tetapi juga dapat diolah menjadi energi pembangkit listrik. (Balipost)

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: